5 Desember 2011

Nama senyawa-senyawa dalam kimia

Soal Senyawa kimia

TATA NAMA SENYAWA KIMIA
1.Nama Senyawa
a.PbO2                        =
timbal (IV) oksida
b.Cul2             = Tembaga (II) iodida
c.Fe2 (CO3)3  =
besi (III) karbonat
d.Sn(SO4)2     =
Timah (IV) sulfat
e.Al2 (SO4)3   =
aluminium sulfat
f.PbO              =
timbal (II) oksida
g.PbO2            =
timbal (IV) oksida
h.MnSO4        =
mangan (II) sulfat
i.MnO2            =
Mangan (IV) oksida
j.Cr2 (SO4)3   =
krom (III) sulfat
k.Hg(NO3)2    =
raksa (II) nitrat
l.SnCI4            =
timah (IV) klorida
m.Cu2O          =
tembaga (I) oksida


2.Rumus kimia dari senyawa
a.tembaga (II) sulfide =
CuS
b.emas (III) klorida     = AuCl3
c.perak nitrat               =
AgNO3
d.titanium (IV) oksida            =
TiO2
e.raksa (II) klorida      =
HgCl2
f.titanium (IV) klorida            =
TiCl4
g. tembaga (II) sulfat  =
CuSO4
h.kobalt (II) klorida    =
CoCl2
i.timbel (II) asetat       =
(CH3COO)2Pb
j.timnal(II)pentaoksida   =P2o5


3.Nama senyawa kimia dan lambangnya
~CO2 = KARBONDIOKSIDA
~NaCl = NATRIUM KLORIDA
~CH3COOH = CUKA / ASAM ASETAT
~H2SO4 = ASAM SULFAT
~Na2CO3 = NATRIUM KARBONAT
~MgCO3 = MAGNESIUM KARBONAT
~NaOH = NATRIUM KARBONAT
~(NH4)2SO4 = AMONIUM SULFAT
~Na2SO3= NATRIUM SULFIT
~Ca(OH)2 = KALSIUM HIDROKSIDA
~HBr = ASAM BROMIDA
~HCL = ASAM KLORIDA
~MgCl2 = MAGNESIUM KLORIDA
~MgO = Magnesium Oksida
~Al2O3 = ALUMINIUM OKSIDA
~CCl4 = KARBON TETRAKLORIDA
~C6H12O6 = GLUKOSA
~CO(NH2)2 = UREA
~C3H6O = ASETON
~C12H22O11 = SUKROSA
~NaSO4 = NATRIUM SULFAT

                Semoga bermanfaat untuk sekedar menambah pengetahuan

3 Desember 2011

Outbond anak A4 Bina Husada


1 Desember 2011

Kecamatan Rambang Kuang







bagian-bagian mata (Bio-optik)



1.      Mata
Mata merupakan alat optik yang paling dekat dengan kita dan merupakan sistem optik yang paling penting. Dengan mata, kita bisa melihat keindahan alam sekitar kita.
Bagian-bagian Mata
Mata memiliki bagian-bagian yang memiliki fungsi-fungsi tertentu sebagai alat optik, yaitu:
a). Kornea, merupakan selaput kuat yang tembus cahaya dan berfungsi sebagai pelindung bagian dalam bola mata. Kornea memiliki inervasi saraf tetapi avaskuler (tidak memiliki suplai darah).
b). Iris, merupakan selaput berbentuk lingkaran yang menyebabkan mata dapat membedakan warna.  Iris adalah diafragma yang melingkar dan berpigmen dengan lubang yang agak di tengah yakni pupil. Iris terletak sebagian dibagian depan lensa dan sebagian di depan badan siliaris. Iris terdiri dari serat otot polos. Fungsi iris yakni mengendalikan jumlah cahaya yang masuk.
c). Pupil, merupakan celah lingkaran pada mata yang dibentuk oleh iris, berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata.
d). Lensa mata, merupakan lensa cembung yang terbuat dari bahan bening, berserat dan kenyal, berfungsi mengatur pembiasan cahaya.
e). Retina, merupakan lapisan yang berisi ujung-ujung saraf yang sangat peka terhadap cahaya. Retina berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Retina merupakan bagian saraf  pada mata, tersusun oleh sel saraf dan serat-seratnya. Retina berperan sebagai reseptor rangsang cahaya. Retina tersusun dari sel kerucut yang bertanggung jawab untuk penglihatan warna dan sel batang yang bertanggung jawab untuk penglihatan di tempat gelap.
f). Aquaeuos humor, merupakan cairan mata.
g). Saraf optic, merupakan saraf yang menyampaikan informasi tentang kuat cahaya dan warna ke otak.
Banyak pengetahuan yang kita peroleh melalui suatu penglihatan. Untuk membedakan gelap atau terang tergantung atas penglihatan seseorang.Ada tiga komponen pada penginderaan penglihatan :
* Mata memfokuskan bayangan pada retina,
* System syaraf mata yang memberi informasi ke otak,
* Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa penglihatan tersebut.
2. Jenis-jenis Mata dan Teknik Koreksi
a).Mata Normal
Sering disebut juga mata emetrop. Mata normal memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh tak terhingga. Apabila mata memiliki titik dekat tidak sama dnegan 25 cm dan titik jauh tidak sama dengan tak terhingga, maka dikatakan sebagai cacat mata. Hal ini mengakibatkan mata sulit melihat benda yang jauh maupun dekat karena bayangan tidak jatuh tepat pada retina.
 b). Rabun Jauh (Miopi)
Disebut juga mata terang dekat, memiliki titik dekat kurang dari 25 cm (< 25 cm) dan titik jauh pada jarak tertentu. Orang yang menderita miopi dapat melihat dengan jelas benda pada jarak 25 cm, tetapi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi piph sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jatuh di depan retina, disebabkan karena mata dibiasakan melihat benda dengan jarak dekat atau kurang dari 25 cm. cacat mata ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa cekung (minus).
c). Rabun Dekat (Hipermetropi)
Rabun dekat memiliki titik dekat lebih dari 25 cm (> 25 cm), dan titik jauhnya pada jarak tak terhingga. Penderita rabun dekat dapat melihat jelas benda-benda yang sangat jauh tetapi tidak dapat melihat benda-benda dekat dnegan jelas. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina, disebabkan karena mata dibiasakan melihat benda yang jaraknya jauh. Cacat mata ini dapat diatasi dengan kacamata berlensa cembung (plus).
d). Mata Tua (Presbiopi)
Jenis mata ini bukan termasuk cacat mata, disebabkan oleh daya akomodasi yang berkurang akibat bertambah usia. Letak titik dekat maupun titik jauh telah bergeser. Titik dekatnya lebih dari 25 cm dan titik jauhnya hanya pada jarak tertentu. Pada penderita presbiopi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas serta tidak dapat membaca pada jarak baca normal. Jenis mata ini dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (minus di atas dan plus di bawah) yang disebut kacamata bifocal.
 e). Astigmatisma
Cacat mata ini disebabkan oleh kornea mata yang tidak berbentuk sferis, tapi lebih melengkung pada satu sisi daripada sisi yang lain. Akibatnya sebuah titik akan difokuskan sebagai garis pendek. Penderita astagmatisma, dengan satu mata akan melihat garis dalam satu arah lebih jelas daripada kea rah yang berlawanan. Penderita astagmatisma dapat diatasi dnegan menggunakan kacamata berlensa silindris.
 f). Mata Campuran
Penderita yang matanya sekaligus mengalami prsesbiopi dan miopi, maka memiliki titik dekat yang letaknya terlalu jauh dan titik jauh terlalu kecil, dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap atau bifocal (negatif di atas dan positif di bawah).
3.   Peralatan Dalam Pemeriksaan Mata
Dari sekian banyak peralatan mata, hanya beberapa peralatan yang akan dibahas dalam kaitan pemeriksaan mata. Ada tiga prinsip dalam pemeriksaan mata yaitu : pemeriksaaan mata bagian dalam, pengukuran daya focus mata, pengukuran kelengkungan kornea. Peralatan dalam pemeriksaan mata dan lensa ada 6 macam yaitu :
  1. Opthalmoskop
  2. Retinoskop
  3. Keratometer
  4. Tonometer dari schiotz
  5. Pupilometer
  6.  Lensometer