Tampilkan postingan dengan label Puisi Karya ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Karya ku. Tampilkan semua postingan

1 Juli 2011

Maaf

Aku bagaikan air yang keruh
mengalir dalam kesuraman
aku takut engkau meneteskan berlian di matamu
aku takut bila Iblis merangkulku
dan malaikat menjauhiku dan Tuhan memurkaiku
karena telah menyakiti orang bagai kan bintang yang bersinar
inilah diriku melangkah serba salah menuju tak tau arah
menyesal tiada guna
karena ini sepi malam yang kan mengakhiri cerita dan sunyi gulita
maafkan aku....

22 Mei 2011

Cerita

Semua kaku,
mulut semu, mata memerah jiwa pun menangis
detak hari bersa memikul kebersamaan
kini usailah sudah
      Mata merah, baju putih celana abu-abu
      mulai akan terlepas namun tersimpan dengan indah
      jiwa yang telah terkontak menangis pilu
      hari-hari kecerian berganti dimasa depan
kenangan indah bersama tak putus disini
meski raga di tanah eropa tetapi jiwa tetap indonesia
secarik kertas, kupelan kecil, komunikasi mata layak ditinggalkan
juang tinggi, tinta pena, persatuan raga, baca semua layak diwarisi
kaena masa depan itu indah

19 Mei 2011

Putih Abu-abu

Ketika awan terbentang lebar
menarik sinar mentari yang terus menemani saat akan bersama,
saat semua orang tak mampu berbicara
saat mata telah terbuka akan indahnya sebuah kebersamaan
      kini, kini tibala saatnya kita menarik sebuah kebersamaan itu
      tinggal mengenang akan indahnya sebuah kebersamaan itu
      saat kita memandang deretan tinta para pengabdi, menjelma menjadi profesional

      indahnya semua itu telah kita ukir, kita lukis diatas alunan bumi
Ingin rasanya ku menangis, hingga tak ada lagi rasa sedih
Teman, Guru engaku lah pelajaran dalam perjalan hidup ku ini
engkau bagaikan bumi yang selalu ku pijak,

engkau bagaikan mentari yang selalu menemain hari ku
      Tak ada sebuah kata abadi, tak ada kata yang tak bersalah
       Engkau hadir di dalam jiwa menentramkan hati yang buta akan ilmu-ilmu hidup

       Tiada yang tak bersalah dan tak berdosa
       Jika kita bersama, karena kesalahan itu keakraban kita bersama
Kini Akhir putih abu-abu kita gendeng

diatas kursi dan bangku yang tak kalah bersahabat
Selamat jalan teman, lukislah kebersamaanyang indah ini
ingatlah aku meski aku tak ada di hadapanmu
Semoga kita dipertemukan dalam keadaan sehat dan sukses

7 Mei 2011

Menerpa



Terbujur kaku dalam perjalanan
Meratap diri dari masa depan
Kata mereka tak memberikan semangat bagiku 
Mereka hanya bisa bicara tak mengerti perputaran
Pembangkitan itu tak semudah ratap mereka
Lecehan mereka tak sepahit perjalanan ku ini
Rendahnya pengetahuan
Membuat mereka hanya bisa bicara 
Kaku dalam kalbu
Kaku dalam bicara
Menatap, menerpa menerjang
Semua adalah pengorbanan dari sebuah perjalanan

Donwload Data

30 April 2011

Pemerintah tersumbat

Pemerintah tersumbat
(Karya: Tri Hrdiansyah)
Inilah Negeriku, Negri yang katanya seindah pelangi
Negeri yang kaya tapi tak berdaya
Sumber alamnya menguasai dunia
Tapi wadahnya tak sebesar jagat raya
                Inilah negeriku,
                Negeri yang suram seakan kerajaan kuno dahulu
                Pemerintah membusungkan perut dengat  jabatannya
                Tak ada yang dia dengar kecuali halilintar
Inilah negeriku, pemerintahnya kaya raya
Sementara rakyatnya hidup-mati menderita
Rumahnya bagaikan istana
Sedangakn rakyatnya terhampar diatas tanah
                Pemerintahku, ini juga Negara rakyat
                Dengarlah jeritan angin yang mereka hembuskan
                Meski engkau diatas tahta tapi mereka punya kuasa
                Mari bersama kita bangun jadikan Negara bahagia

Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Karya: Tri Hardiansyah
Saat malam datang,
angin berhembus menyusup menembus tulangku
Saat siang datang,
Mentari muncul bersinar memberi warna langkahku
            Aku rasakan terkadang mentari memberi warna,
terkadang membakar kulit dengan cahaya panasnya
            Aku rasakan terkadang malam memberikan taburaan bintang,
Terkadang ia gelab tak memberi sejengkal cahaya
Ada waktunya hidup terasa menyenangkan memberi sejuta warna kehidupan
Ada waktunya hidup membuat terasa tak berdaya seakan malam gelab menutup sinar bulan
Terkadang aku merasa lemah,
Terkadang aku merasa lelah
           Ingin rasanya aku terbang meninggalkan dunia ini
          Mengibaskan sayap sekuat-kuatnya, terbang setinggi-tingginya
          Berteriak sekencang-kencangnya, menangis hingga kering air mata ini
          Namun, tuk apa aku bersedih waktu takkan kembali
Karena semua akan berubah menjadi jalan yang penuh warna
Saat aku mulai bangkit untuk berjuang
sebab segala keberhasilan berawal dari usaha dan perbuatan

Donwload data

26 Februari 2011

Luka dibawah kebohongan

Luka dibawah kebohongan

Karya: Tri Hardiansyah
Dari hati ku ini masih terasa sakit
Penipuan yang kamu lakukan
Seperti akan terulang kembali
Bicaramu memang semanis madu
Tapi hatimu sekejam macan
Lobang yang tertimbun mulai
Akan tergenang dengan air
Luka yang sudah hampir sirna
Kembali membelah hati
Pernah kah kau berpikr atas sikapmu?
Ku tak mengerti
Apakah cuman diriku yang menyayangimu
Apakah cuman diriku mencintaimu
Dan apakah kau pernah berpikir
Dan mengerti atas diriku untuk muu
Yang selalu kau lukai
Dunia ku Berharap

Dunia ku berharap

Dunia ku berharap
Karya: Tri Hardiansyah

Hadirmu disini
Membuat semuanya indah
Taburan cintaku membuat hati ini bahagia
Wajahmu yang cantik membuat ku terpesona
Menentramkan hatio ini, menambah getaran cinta
Malam yang indah ini membuat ku bahagia
Bintang berkelib menyinari semua ini
Memberi kehangatan di kalbu
Matamu, katamu, menyejukkan rasa ini
Aku ingin kau disini
Temani cintaku,rasaku selamanya
Hadirmu tepiskan dunia indah ini
Ingin aku katakan I love You

Sang Jenius

Sang Jenius
Karya: Tri Hardiansyah

Kau tundukkan kepalamu, kau biarkan angin menusuk tulangmu,
Kau ayunkan penamu dengan jemari yang setia menemanimu,
Kau keluarkan tinta pena yang mengaliri sungai pikiranmu,
Semua kertas mu tersusun rapi dengan deretan angka yang tak ku mengerti,
           Diriku terpaku,terduduk diam tiada bergeming
          Alunan suara deretan angkamu membungkam mulutku,
          Diriku lemah tiada berdaya melakoni jarum jam yang berputar
          Ku mencoba untuk bangkit mengalahkan sinar mentari
Tapi, diriku, pikiranku, dan tinta pena tak menyatu
Batu-batu pikiranku menutup aliran angka dibenakku
Membuat semangatku lemah
Membuatku terjatu dan terjatuh lagi
        Andaikan, waktu bisa ku putar dan waktu bisa ku ulang
       Kan ku robah jalan hidupku, kan ku ayunkan jemariku,
       Menembus awan yang hitam, menembus kehidupan yang suram
      Tapi, inilah diriku yang selalu begitu dan begitu

Perjalanan Ku

 Perjanan Ku
Karya: Tri Hardiansyah
 Telah banyak waktu yang tumpah
 Telah banyak duri-duri penuh luka
 Sulit untuk melanjutkan semuanya
 Perjalanan penuh penyesalan dan benci..

 Diriku...
 Ini tak kan mudah meraih semua ketertinggalan ku
 Tapi diriku takkan pernah menyerah
 karena diriku yakin akan kebesaranNya
 Pasti bisa ku lewati segala rintangan
 Menuju hidup yang lebih baik dan bahagia

 Inilah diriku
 Bagiku tak mudah untuk merubah semuanya
 Menjalani hidup yang penuh tantangan
 Kan ku coba tabah demi cita-citaku
 Demi hidup yang bahagia